BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Langkah Nyata Kapolres Pasaman Barat, Gakkum Konsisten Hantam PETI dan Narkoba

 


PASAMAN BARAT
 | Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat, penegakan hukum terhadap tambang emas tanpa izin (PETI) dan peredaran narkotika terus menunjukkan konsistensi yang nyata di lapangan.

Kapolres tidak hanya menekankan pendekatan administratif, tetapi memastikan setiap jajaran bergerak aktif dalam operasi penindakan yang langsung menyasar pelaku dan jaringan kejahatan.

Salah satu langkah tegas terlihat dalam penertiban aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Talamau. Dalam operasi tersebut, jajaran Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan delapan orang pelaku yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal.

Penindakan itu dilakukan secara terukur dan terarah, dengan menyasar titik-titik yang selama ini diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan tanpa izin.

Tidak hanya pelaku, satu unit alat berat jenis ekskavator turut diamankan sebagai barang bukti utama. Penyitaan alat berat ini menjadi bagian penting dalam strategi Kapolres untuk memutus aktivitas PETI dari hulunya.

Kapolres Pasaman Barat menegaskan bahwa penindakan tidak akan berhenti pada pekerja lapangan, melainkan juga akan menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam pengorganisasian aktivitas ilegal tersebut.

Dari hasil penindakan, para pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari operator hingga pekerja, yang memperlihatkan bahwa aktivitas PETI tersebut telah berjalan secara terstruktur.

Selain itu, barang bukti berupa alat dulang dan material tambang turut diamankan, memperkuat dugaan adanya eksploitasi sumber daya alam secara ilegal yang berlangsung cukup lama.

Langkah Kapolres Pasaman Barat dalam penegakan hukum juga terlihat dalam operasi gabungan di wilayah lain yang terindikasi menjadi lokasi PETI.

Melalui koordinasi lintas fungsi, setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga penindakan di lapangan, memastikan tidak ada ruang bagi aktivitas ilegal untuk berkembang.

Di sektor narkotika, Kapolres Pasaman Barat juga menunjukkan komitmen yang kuat. Melalui Operasi Antik 2026, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap enam laporan polisi.

Dari pengungkapan tersebut, tujuh orang tersangka berhasil diamankan, terdiri dari pelaku yang berperan sebagai bandar maupun pengedar.

Jumlah barang bukti yang berhasil disita mencapai ratusan gram sabu, yang menunjukkan besarnya potensi peredaran narkotika yang berhasil digagalkan.

Kapolres Pasaman Barat menekankan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya soal penangkapan, tetapi juga memutus rantai distribusi hingga ke akar jaringan.

Sebagai bentuk komitmen dan transparansi, barang bukti narkotika yang telah diamankan kemudian dimusnahkan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Seluruh rangkaian penindakan ini menunjukkan pola kerja yang sistematis, mulai dari deteksi awal, pengumpulan informasi, hingga operasi penindakan yang terukur.

Kapolres Pasaman Barat juga terus mendorong peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi, sebagai bagian dari sinergi dalam menjaga keamanan wilayah.

Dengan berbagai capaian tersebut, penegakan hukum di wilayah Pasaman Barat terus berjalan secara konsisten, menyasar langsung pelaku, jaringan, serta sarana kejahatan.

Di tengah tantangan geografis dan kompleksitas permasalahan, Kapolres Pasaman Barat memastikan bahwa setiap bentuk pelanggaran hukum akan ditindak tegas, tanpa pandang bulu.


TIM

Posting Komentar

0 Komentar